Minggu, 05 Mei 2013

KONSEP DASAR PKN



1.        Peran Guru dalam Proses Pembelajaran dan Penerapan Metodologi Pembelajara Bidang Studi Pkn yang Mengacu pada Hakikat, Fungsi, dan Tujuan Operasional Bidang Studi Pkn
a.      Hakikat, Fungsi, dan Tujuan Operasional Bidang Studi PKn
·         Hakikat Pembelajaran PKN
Pendidikan kewarganegaraan adalah program pendidikan berdasarkan Nilai-nilai pancasila sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestatikan nilai luhur dan Moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan menjadi jati diri yang diwujudkan dalam bentuk prilaku dalam kehidupan sehari-hari para Mahasiswa baik sebagai individu, sebagai calon guru/pendidik, anggota masyarakat dan makhluk ciptaan
Tuhan Yang Maha Esa.
Hakikat Pendidikan kewarganegaraan adalah merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukkan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945.
·         Fungsi Pembelajaran Pkn
pernyataan bahwa PKn berfungsi sebagai pembentukan karakter warganegara. PKn persekolahan memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Karakter yang dimaksud tentu saja karakter yang berpedoman pada nilai luhur bangsa dalam hal ini Pancasila. Karakter kewarganegaraan baik untuk pribadi maupun masyarakat Indonesia adalah karakter yang didasarkan atas nilai-nilai Pancasila
·         Tujuan Pembelajaran Pkn
Materi dan tujuan pembelajaran PKn adalah pendidikan yang diorganisasikan secara terpadu (intregrated) dari berbagai disiplin ilmu sosial, humaniora, dokumen negara, pancasila, UUD 1945, dan perundang-undangan negara, dengan tekanan, bukan pendidikan pada hubungan warga negara dengan negara dan bukan pendidikan yang berkenaan dengan bela negara (Soemantri, 2001:161)
b.      Proses dan peran Paradigama Baru bidang studi Pkn bagi pendidikan anak bangsa guna mengembangkan pola dinamika kehidupan masyarakat
·         Tugas PKn dengan paradigma barunya yaitu mengembangkan pendidikan demokrasi mengemban tiga fungsi pokok, yakni mengembangkan kecerdasan warganegara (civic knowledge), membina keterampilan warga negara (civic skill) dan membentuk watak warga negara (civic disposition). Kecerdasan warganegara yang dikembangkan untuk membentuk warga negara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional, melainkan juga dalam dimensi spiritual, emosional, dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional.
·         Selanjutnya, untuk mengembangkan masyarakat yang demokratis melalui pendidikan kewarganegaraan diperlukan suatu strategi dan pendekatan pembelajaran khusus yang sesuai dengan paradigma baru PKn. Model pembelajaran yang berbasis portofolio yang lebih dikenal dengan “Proyek-belajar Kewarganegaraan Kami Bangsa Indonesia (PKKBI)” dianggap sebagai model pembelajaran yang paling tepat dan sesuai dengan paradigma baru PKn.
c.       PKn sebagai pembentuk pola sikap bagi karakter anak bangsa
karena sesuai dengan misi PKn itu sendiri yaitu Misi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah membentuk warga negara yang baik, yakni warga negara yang sanggup melaksanakan hak dan kewajiban dalam kehidupan bernegara, dilandasi oleh kesadaran politik, kesadaran hukum, dan kesadaran moral.


2.        Bagaimana Kesiapan Guru dalam PBM yang Mengacu pada Tuntutan Isi Kurikulum, yaitu Peran Metode, Media, dan Evaluasi Bidang Studi PKn yang Membawa Misi Dunia Ranah Afektif Bagi Pola Sikap Kehidupan Berbangsa dan Bernegara?
Kesiapan guru berarti modal awal mencapai tujuan PBM yang optimal. Salah satu tahap mempersiapkan diri seorang guru dalam PBM adalah merancang dan mengembangkan kurikulum yang diberlakukan  pemerintah dengan baik dan sesuai dengan taraf dan kemampuan pesertta didik. Empat bagian penting dalam kurikulum meliputi: tujuan, isi/materi, strategi pembelajaran, dan evaluasi. Ke-4 bagian/komponen penting kurikulum ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan untuk  mencapai perilaku yang dicita-citakan oleh tujuan pendidikan nasional.
PrinsipMampu mengembangkan kurikulum berdasarkan metode pembelajaran dan kaidah pembelajaran
1.      Mampu membuat suatu rancangan dan substansional kurikulum dengan mengembangkan kedalam bentuk media dan metode, sebagai bentuk untuk mempermudah pembelajaran.
2.      Mampu menjadi suri tauladan yang baik kepada seluruh siswa , baik dari segi sikap, perilaku dan attittude characteristic.
Menurut Gredler proses perubahan sikap dan tingkah laku siswa pada dasarnya terjadi dalam satu lingkungan buatan dan sangat sedikit bergantung pada situasi alami.
Dari pernyataan Gredler tersebut dapat disimpulkan bahwa proses belajar siswa berlangsung optimal guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Proses menciptakan lingkungan belajar yang kondusif ini disebut pembelajaran.

3.        Bagaimanakah bentuk evaluasi VCT yang sebenarnya dan harus mengacu pada peran nilai dan moral peserta didik dalam menunjang dan sekaligus dijadikan pola kehidupannya
VCT merupakan salah satu pola evaluasi bidang studi PKn dengan strategi  pengajaran nilai dan moral dengan melabelkan pada teknik  klarifikasi  nilai. Djahiri (1979: 115) mengemukakan bahwa
“Value Clarification Technique, merupakan sebuah cara bagaimana menanamkan dan menggali/ mengungkapkan nilai-nilai tertentu dari diri peserta didik. Karena itu, pada prosesnya VCT berfungsi untuk: a) mengukur atau mengetahui tingkat kesadaran siswa tentang suatu nilai; b) membina kesadaran siswa tentang nilai-nilai yang dimilikinya baik yang positif maupun yang negatif untuk kemudian dibina kearah peningkatan atau pembetulannya; c) menanamkan suatu nilai kepada siswa melalui cara yang rasional dan diterima siswa sebagai milik pribadinya.”

Adapun beberapa teknik evaluasi adalah sebagai berikut :

a.       Teknik evaluasi diri (self evaluation) dan evaluasi kelompok (group evaluation)
Teknik evaluasi diri dan evaluasi kelompok peserta didik diajak berdiskusi atau tanya-jawab tentang apa yang dilakukannya serta diarakan kepada keinginan untuk perbaikan dan penyempurnaan oleh dirinya sendiri.
b.      Teknik Lecturing
Teknik lecturing, dilalukan guru dengan bercerita dan mengangkat apa yang menjadi topik bahasannya.
c.       Teknik menarik dan memberikan percontohan
Dalam teknik menarik dan memberi percontohan (example of axamplary behavior), guru memberikan dan meminta contoh-contoh baik dari diri peserta didik ataupun kehidupan masyarakat luas, kemudian dianalisis, dinilai dan didiskusikan.



d.      Teknik indoktrinasi dan pembakuan kebiasan
Teknik indoktrinasi dan pembakuan kebiasan, dalam teknik ini peserta didik dituntut untuk menerima atau melakukan sesuatu yang oleh guru dinyatakan baik, harus, dilarang, dan sebagainya.
e.       Teknik tanya-jawab
Teknik tanya-jawab guru mengangkat suatu masalah, lalu mengemukakan pertanyaan-pertanyaan sedangkan peserta didik aktif menjawab atau mengemukakan pendapat pikirannya.
f.       Teknik menilai suatu bahan tulisan
Teknik menilai suatu bahan tulisan, baik dari buku atau khusus dibuat guru. Dalam hal ini peserta didik diminta memberikan tanda-tanda penilaiannya dengan kode (misal: baik - buruk, benar – tidak-benar, adil – tidak-adil dll). Cara ini dapat dibalik, siswa membuat tulisan sedangkan guru membuat catatan kode penilaiannya. Selanjutnya hasil kerja itu dibahas bersama atau kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap penilaian.

4.        Bagaimanakah tugas guru di sekolah dalam upaya membekali peserta didik dengan pembentukan sikap, nilai, dan kepribadian
Pembentukan sikap nilai dan kepribadian dapat dibentuk dengan sistem pendekatan aproach to student, mengenai rehabilitasi atau pembiasaan berprilaku yang berkarakter, dan bermoral, selain dari itu pendekatan lain juga seperti pembenahan, perbaikan, dan remediasi tingkah laku menuju yang diharapkan.
Dengan kata lain, seorang guru terlebih dahulu harus memahami karakteristik peserta didik untuk diberikan tuntunan dan bimbingan kepada mereka untuk mengoptimalkan potensi dan menuntun sikap dan perilakunya dengan baik.



5.         Strategi guru dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas mengacu pada teori Newman dan Loga
Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Istilah strategi mula-mula dipakai dikalangan militer dan diartikan sebagai seni dalam merancang (operasi) peperangan, terutama yang erat kaitannya dengan gerakan pasukan dan navigasi ke dalam posisi perang yang dipandang paling menguntungkan untuk memperoleh kemenangan.
Dewasa ini istilah strategi banyak dipinjam oleh bidang-bidang ilmu lain, termasuk bidang ilmu pendidikan. Dalam kaitannya dengan belajar mengajar , pemakaian istilah strategi dimaksudkan sebagai daya upaya guru dalam menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses mengajar.
Menurut newman dan logan, strategi dasar arti setiap usaha meliputi empat masalah yaitu:
1.      Spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku yang bagaimana yang hendak dicapai dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan itu.
2.      Memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran.
3.       Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif.
4.      Menetapkan norma-norma atau criteria keberhasilan sehingga guru mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang dilakukannya.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar